<$BlogRSDURL$>

a page dedicated for you


Thursday, April 29, 2004

Tiga pria meninggal dan masuk surga. Surga mempunyai peraturan bahwa
setiap orang baik yang jahat maupun orang baik akan mendapat
kendaraan yang pantas dengan perbuatannya.

Lelaki pertama tiba dan malaikat bertanya, "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki pertama, "20 tahun"
"Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?"
Jawab lelaki pertama, "5 kali"
"Baiklah," jawab sang malaikat,"Kamu boleh masuk tapi hanya mendapat
Kijang"
Lelaki pertamapun berlalu dengan Kijangnya.

Berikutnya adalah lelaki kedua. "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki kedua, "30 tahun"
"Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "2 kali"
"Lumayan... Kamu pantas mendapatkan BMW"

Tibalah kini lelaki ketiga dan malaikatpun mengajukan pertanyaan yang
sama yang di jawab si lelaki ketiga, "50 tahun"
"Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "Tidak pernah"
"Luar biasa! Ini kunci untuk Ferrari"

Suatu hari, tatkala lelaki pertama dan kedua tadi tengah mengendarai
mobilnya, mereka melihat lelaki ketiga duduk di tepi jalan sambil
menangis.

Mereka menghampirinya dan bertanya "Ngapain kamu nangis?
Nggak puas sama Ferrari ?"

Jawab lelaki ketiga sambil mengusap air matanya,
"Tadi aku berpapasan dengan istriku yang sedang naik sepeda"

(Sumbangan Iwe)

Paradoks Zaman


Paradoks waktu kita saat ini adalah bahwa kita memiliki gedung-gedung
yang lebih tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amarah.
Kita membangun banyak jalan-jalan yang besar, tapi wawasan kita semakin
sempit. Kita banyak menghabiskan uang, tapi semakin sedikit apa yang
kita punya, banyak membeli, tetapi semakin sedikit yang bisa kita
nikmati. Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita
semakin kecil, rumah yang semakin nyaman, akan tetapi semakin sedikit
waktu yang kita miliki untuk menikmatinya.

Kita memiliki semakin banyak gelar, tetapi semakin sempit akal, semakin
banyak pengetahuan, tetapi semakin sedikit penilaian akan yang baik dan
salah. Semakin banyak ahli, akan tetapi semakin banyak pula masalah,
semakin banyak ditemukan obat, tetapi semakin berkurang kesehatan.

Kita terlalu banyak minum, terlalu banyak merokok, ceroboh, terlalu
jarang tertawa, mengemudi terlalu cepat, semakin kerap marah, susah
tidur, bangun dalam keadaan yang terlalu penat, terlalu sedikit
membaca,
terlalu banyak menonton televisi, dan sangat jarang berdoa. Kita telah
melipatgandakan keinginan, akan tetapi mengurangi nilai-nilai diri
kita.
Terlalu banyak berbicara, terlalu sedikit mencinta dan terlalu sering
membenci.

Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah, tapi tidak mencari hidup.
Kita telah mampu menambahkan tahun-tahun dalam kehidupan kita, tetapi
gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun hidup kita. Kita telah mampu
ulang-alik ke Bulan, tapi bermasalah untuk menyeberang jalan menyapa
tetangga kita. Kita telah menaklukkan ruang angkasa, tapi tidak mampu
menaklukkan diri. Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar, tetapi
gagal melakukan hal-hal yang lebih baik.

Kita telah membersihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi. Kita
telah
menaklukkan atom, akan tetapi tidak mampu menaklukkan prasangka buruk.
Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar. Kita banyak berencana,
tetapi sedikit menggapai. Kita belajar untuk mengejar, tetapi tidak
menunggu. Kita membuat banyak komputer untuk menampung informasi, untuk
menghasilkan lebih banyak penggandaan, tetapi kita semakin sedikit
berkomunikasi.

Inilah zaman-nya makanan cepat saji dan pencernaan yang lambat,
manusia-manusia yang lebih besar fisiknya, tapi kerdil karakternya,
keuntungan yang menanjak dan relasi yang rapuh. Inilah masa pendapatan
yang berganda tetapi perceraian bertambah, rumah-rumah yang semakin
elok, tetapi keluarga yang berantakan. Inilah kalanya perjalanan yang
semakin singkat, pakaian sekali pakai, moralitas yang terbuang,
hubungan
satu malam, kelebihan berat badan, dan pil-pil yang dapat melakukan
segalanya; membuat gembira, menenangkan dan membunuh.

Inilah waktunya ketika banyak hal yang dipamerkan dan semakin sedikit
yang disimpan. Zaman teknologi yang dapat membawa surat ini kepada
Anda,
dan waktu yang memberikan pilihan pada Anda untuk membagikan perenungan
ini, atau justru menghapusnya.

Ingatlah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang
Anda kasihi, karena mereka tidak akan berada di sisi mu selamanya.
Ingatlah untuk berkata-kata yang baik pada orang yang mengagumi mu,
karena ia suatu saat akan bertambah besar dan meninggalkan mu. Ingatlah
untuk memberikan pelukan yang hangat pada orang di samping mu, karena
itulah hal yang berharga yang dapat Anda berikan dengan sepenuh hati
tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ingatlah untuk berkata, "Aku menyayangi mu" pada pasangan mu dan
orang-orang yang kamu kasihi. Katakanlah itu dengan sepenuh hati dan
arti. Sebuah kecupan dan pelukan akan mengobati hati yang luka ketika
ia
datang dari lubuk hati mu. Ingatlah untuk menggenggam tangan dan
menikmati saat-saat bersamanya, karena suatu saat ia tak akan ada
bersama mu lagi. Berikan waktumu untuk mengasihi, mencintai, berikan
waktumu untuk berkata-kata, dan berikan waktumu untuk membagikan
pikiran-pikiran yang berharga.

Hidup tidak diukur dengan jumlah hembusan nafas yang kita ambil,

Tetapi hidup diukur oleh saat-saat terakhir hembusan nafas kita.

-George Carlin
(Sumbangan Siwi)

TERSERAH ANDA . . . . . . .

Satu lagu dapat menyalakan momen,
Satu bunga dapat membangunkan mimpi.
Satu pohon dapat mengawali satu hutan,
Satu burung dapat menyiarkan musim semi.
Satu senyuman memulai suatu persahabatan,
Satu tepuk tangan membangkitkan jiwa.
Satu bintang dapat memandu suatu kapal di laut,
Satu kata dapat membingkai tujuan.
Satu suara dapat mengubah suatu negara,
Satu sinar matahari menyinari suatu kamar.
Satu lilin menyapu kegelapan,
Satu tawa akan menaklukkan kesuraman.
Satu langkah harus mengawali setiap perjalanan,
Satu kata harus mengawali setiap doa.
Satu harapan akan membangkitkan semangat kita,
Satu sentuhan dapat menunjukan anda perduli.
Satu suara dapat berbicara dengan bijaksana,
Satu hati dapat mengetahui yang benar,
Satu hidup dapat membuat perbedaan,
Anda tahu, semuanya terserah Anda!

Anonim
Sumbangan Siwi

Ga usah di baca ampe abis.... ngeselin...

............
Buah semangka buah duren
Nggak nyangka gue keren

Buah semangka buah manggis
Nggak nyangka gue manis

Pohon kelapa, Pohon durian,
Pohon Cemara, Pohon Palem
Pohonnya tinggi-tinggi Bo!

Buah Nanas, Buah bengkoang
Buah jambu, Buah kedondong
Ngerujak dooooooooonggggggg...

Ada padi, Ada jagung
Ada singkong, Ada pepaya
Panen ni yeeeeeeeeeeeee!

Disini Gunung, Disana gunung
Banyak amat yah gunungnya...

Sayur sop, Sayur kacang
Meking lop yok yang

Buah semangka berdaun sirih
Buah ajaib kali yah?????????

Kura-kura dalam perahu
Iseng banget tuch kuya...

Jalan kaki ke pasar baru
Jauh boooooooooooo....

Men sana in corpore sano
Gue maen kesana,
Elo maen ke sono!
Hahaha....palelo ijo

Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati
Saya bingung kamu pun bingung
Kenapa ada bunga melati ???!?

Mancing ikan dikolam tetangga
Manjat jambu di po'on tetangga
Sungguh enak punya tetangga
Maen-maen kerumah tetangga yok!!!

Sayur asem sayur sop
laper nich

buah duren di pohon beringin
rese' banget tuch duren....

ayam kurus bulunya banyak
rugi banget yang beli.........

huehehehe dah dulu ye...

Sumbangan Becky

Kemampuan adalah melihat halaman kosong, dan menciptakan puisi.
Kemampuan adalah menghadapi rasa takut, dan menjadi lebih kuat karenanya.
Kemampuan adalah memasuki ruangan penuh orang asing, dan keluar dengan teman.
Kemampuan adalah mengakui kau salah, ketika kau salah.
Kemampuan adalah berdiri lagi, ketika kau jatuh.
Kemampuan adalah tetap percaya, ketika semua tampak sia-sia.

Kemampuan-kata sederhana, dengan arti rumit.
Bagi banyak orang, kemampuan tak pernah ditemukan, tapi bagi semua orang kemampuan ada didalam.
Kemampuan terlihat dalam diri semua orang pada saat tertentu.
Apakah kemampuanmu berupa keahlian bermain basket, keahlian berputar saat menari, kecerdasanmu di sekolah, Kau punya kemampuan.
Bagi beberapa, kemampuan hilang karena tak pernah mencoba.
Apakah tak pernah mencoba melempar sekali lagi, Tak pernah mencoba membungkuk sedikit lagi, Atau tak pernah mencoba mencapai nilai yang lebih tinggi.

Kemampuan ada di dalam,
Kemampuan adalah milikmu.

Selina E. Matis
Sumber : Chicken Soup, for the Teenage Soul III

Sumbangan Agnes Dewi

This page is powered by Blogger. Isn't yours?